Jumat, 26 Februari 2010

NAHDLATUL ULAMA (2)

INILAH AKU.....
YANG SELALU DATANG UNTUK MENGHAMPIRIMU...
AKU DATANG UNTUK DAPATKAN DIRIMU....
DENGAN SEGENAP JIWA DAN RAGA....
AKU AKAN BERUSAHA DAPATKAN DIRIMU....
KAU AKAN SELALU ADA,,,,,
JIWA DAN RAGA...
AKU KORBANKAN UNTUK DIKAU.....
JANGANLAH KAU PERGI LAGI...
JADILAH KAU SEPERTI YANG DULU LAGI...
GAGAH DAN PERKASA....
CANTIK DAN JELITA....
DENGAN SEMBILAN BINTANG YANG KAU MILIKI...
BUKTIKAN KAU ADA....
DUNIA MENANTIKAN DIRIMU....
KAU ADALAH HARAPAN DUNIA....
BANGKITLAH KASIHKU....

NAHDLATUL ULAMA

kau adalah jiwaku..
setiap desis nafasku...
kau selalu ada..
selama kaki masih bisa melangkah...
kau akan selalu dalam dadaku...
bukannya di barat atau timur...
aku pasti ada untukmu....
kau adalah pakaianku....
yang setiap hari aku pakai....
tapi maaf ...
aku dapat berbuat banyak untukmu...
hanya ucapan ini yang bisa aku berikan..
aku sangat mencintaimu.....
aku sayang padamu...
aku rindukan pelukannmu....
kasih sayangmu.....
dekapan mesramu...
wahai jantung hatiku.....
aku bernafas hanya bersamamu...
jubah kehormatanku..
yang akan selalu aku pake ...
dalam setiap langkah kakiku....
ijinkan aku, untuk hadir dalam kehidupanmu...
pujaanku....
aku tak rela, kau teraniaya...
kau adalah milikku...
takkkan rela seseorang melukaimu...
pujaan ku, jantung hatiku..
HATIKU, NU KU....

aku

memang hati tak dapat berbohong...
tapi mengapa...
dia tak dapat bicara...
dia diam membisu,,,
tanpa ada suara sedikitpun....
bukannya aku, bukannya hatiku...
tapi jari-jari tanganku yang bicara...
hati terasa susah...
hampa....
pernahkah kau merasa...
kehampaan dalam hati...
tak ada lagi semangat, taka ada lagi gairah..
punya penyesalan dan harapan yang tak pasti..
tapi aku masih ingin hidup seribu tahun lagi....
wahai sahabatku,,,,,
bantulah aku untuk dapat hidup seribu tahun lagi....
bukannya denga raga...
tapi dengan karya....
biarlah diri ini hancur menjadi tanah...
aku ingin punya karya yang akan hidup seribu tahun ...

aku

napa ya hati terasa gelisah...
tapi yang aku gelisahkan...
tak bisa tenang....
tau kenapa....
gak punya uang....
walau hati sedih, kalau punya uang...
semua kan beres...
kesenangan bisa di beli dengan uang....
tapi bukan karena uang aja,,,,
kita bisa mersa senang...
tapi apa...?
cinta dan kasih sayang....?
kita mencintai atau menyayangi....disayangi atau di cintai...
adalah salah satu sumber kebahagiaaan...
terutama cunta kasih yang di lekatkan degan ALLAh..
kan terasa indah.....
tapi kapan aku dapat merasakaan cinta dan kasih sayang itu...
termasuk juga cinta dan kasih sayang kepada
orang yang dicintai Allah...
tapi itupun munkinkah aku raih...?
memang hati tidak lagi mengenal lagi kata cinta..
cuma tau AKU adalah Aku...
keakuan yang tinggi...
fungsi hati terabaikan...
tidak lagi berfungsi......
wahai kawan bantulah aku untuk mendapatkan hati ini kembali...
aku sudah rindu,,,, dengan hati yang sudah lama pergi...
wajai sahabat....
aku perlukan dirimu.....
untuk bersama-sama...
mendapatkan hati yang telah lama hilang...

Rabu, 24 Februari 2010

sahabatku


INDAHNYA DUNIA BUKAN KARENA
BANYAKNYA HARTA ATAU ISTRI YANG CANTIK...
TETAPI ADANYA SAHABAT YANG SETIA...........
YANG SELALU DAPT MEMBERI MOTIVASI SERTA NASEHAT...

Senin, 15 Februari 2010

AKU


AKU CINTA INDONESIA

Kamis, 11 Februari 2010

PP AL RIDLWAN

________________________________________


















Assalaamu’alaikum wr. wb.
Salam ta’dhim kami haturkan semoga kita selalu mendapat limpahan
Hidayah, Taufiq dan Inayah-Nya sehingga Kita dapat menjalankan aktifitas dengan baik.
Sholawat serta salam semoga terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW,
segenap keluarga, sahabat dan pengikutnya.

AKADEMISI


MUFA ARDA



SAHABATKU


TAKKAN ADA LGI YANG TERSISA DALAM HIDUP INI .......
KECUALI JASAD YANG TELAH LEBUR MENJADI TANAH....
MEMANG KALAU DIPIKIR2 KEHIDUPAN INI BANYAK SEKALI LELUCON....
TAPI AKAN TERUS TERSENYUM....
KETIKA MELIHATMU TERSENYUM WAHAI SAHABAT.....
SENYUMMU ADALAH KEBAHAGIAANKU...
TANGISMU ADALAH DUKAKU......
WALAU KAU TELAH PERGI JAUH DISANA...
KAU TETAP SAHABATKU....

Rabu, 10 Februari 2010

NIRILAHUM


persahabatan

AINUN NI'MAH MZ


persahabatan

Sabtu, 06 Februari 2010

INDUSTRIALISASI PENDIDIKAN

INDUSTRIALISASI PENDIDIKAN
A. PENDAHULUAN
Pada zaman sekarang, banyak sekolah yang terjebak pada semacam arogansi, sikap percaya diri yang berlebihan dengan berbagai ilusi konsep - konsep sekolah unggulan, sekolah pemimpin masa depan, atau lebih parah lagi pendidikan unggul. Birokrat-birokrat di lembaga - lembaga pengajaran formal itu merasa mampu melakukan segalanya asal di bayar. Itu sebabnya sekolah - sekolah dikatakan terbaik, tetapi sebenarnya tidak jelas bedanya dengan termahal. Dengan demikian lembaga pengajaran formal itu melembagakan ajaran sesat bahwa pendidikan yang baik adalah lembaga yang mahal. Mahal sama dengan bermutu, bahkan jika uang sekolahnya murah artinya buruk atau tidak bermutu.
Paradigma semacam ini dipertegas oleh perusahaan yang dipimpin oleh orang yang sama sekali tidak mengerti makna pengajaran dan pendidikan sejati kecuali sekedar mencari atau membeli ketrampilan dan kepribadian para sarjana dari sekolah - sekolah mahal. Bila mereka mendapatkan kenyataan bahwa para alumni sekolah terbaik itu ternyata tidak mampu bekerja secara produktif, maka dikatakan tidak siap pakai, lalu sekolah diminta menyesuaikan kurikulum yang sedemikian rupa agar dapat menciptakan mesin- mesin industri yang siap pakai.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa industrialisasi pendidikan merupakan salah satu sistem yang gunakan oleh pihak tertentu yang mana pendidikan dijadikan sumber untuk dijadikan keuntungan bisnis. Selain istilah industrialisasi pendidikan kita juga mengenal Komoditasi Pendidikan yaitu menjadikan pendidikan sebagai komoditi atau barang untuk diperdagangkan demi mendapatkan keuntungan bisnis . Dan juga komersialisasi Pendidikan yang menjadikan sistem pendidikan di sekolah menjadi layaknya pasar yaitu tempat menjual belikan barang atau jasa demi mendapatkan keuntungan bisnis seperti adanya study tour jual beli buku pelajaran dan lain sebagainya.
B. Fenomena Sekolah Unggulan.
Kelahiran sekolah unggulan pada dasarnya tidak terlepas dari upaya peningkatan dan pengembangan kualitas SDM, terutama menyongsong pembangunan jangka panjang II dan diresmikannya program wajib belajar 9 tahun. Salah satu tujuannya adalah menjaring sekaligus mengembangkan kader bangsa yang baik dalam artian memiliki kelebihan dari berbagai aspek dibandingkan dengan kader – kader bangsa pada umumnya sehingga ia mampu mengantisipasi dan menjawab berbagai tantangan zaman .
Namun, Sekolah unggulan ini perlu dicermati kembali, karena ada yang kurang kata unggul menyiratkan super otoritas atas sekolah yang lain, sekaligus menunjukkan kesombongan intelektual yang sengaja ditanamkan lingkungan sekolah atas sekolah yang lain. Dalam konsep sekolah unggulan yang ada sekarang diterapkan sekedar untuk menciptakan prestasi siswa, dirancang kurikulum yang sarat muatan , diajar guru – guru yang berkualitas, dengan sarana yang bagus, tapi biayanya sangat mahal. Padahal sekolah unggulan yang sebenarnya, dapat dicapai dengan seluruh sumber daya sekolah dimanfaatkan secara optimal. Mulai dari tenaga administrasi, pengembangan kurikulum, tenaga pendidikan, termasuk masyarakat harus dilibatkan secara berdaya guna, karena sumberdaya itu akan dapat menciptakan iklim dan kultur yang mampu membentuk keunggulan sekolah .
C. Tipe – Tipe dan Definisi Sekolah Unggulan.
Untuk mengetahui akan definisi dari sekolah unggulan, sebaiknya kita mengetahui akan konsep tentang sekolah unggulan.
1. Tipe Pertama, Yaitu dimana sekolah menerima dan menyeleksi secara ketat siswa yang masuk dengan kriteria prestasi akademik yang tinggi, meskipun proses belajar dan mengajar tidak terlalu luar biasa bahkan cenderung ortodok, namun dipastikan karena input yang unggul maka output yang hasilkan juga unggul.
2. Tipe Kedua, Yaitu sekolah yang menawarkan fasilitas yang serba mewah, yang ditebus dengan SPP yang sangat tinggi, otomatis prestasi akademik yang tinggi bukan menjadi acuan input untuk diterima di sekolah ini, namun sekolah ini biasanya mengandalkan beberapa jurus pola pelajar dengan membawa pendekatan teori tertentu sebagai daya tariknya, sehingga output yang dihasilkan dapat sesuai dengan yang dijanjikan.
3. Tipe Ketiga, yaitu sekolah yang menekankan pada iklim belajar yang positif di lingkungan sekolah. Menerima dan mampu memproyek siswa yang masuk sekolah tersebut dengan prestasi rendah menjadi lulusan yang bermutu tinggi .
Jadi dengan kata lain sekolah unggulan adalah sekolah yang mampu membawa setiap siswa mencapai kemampuannya secara terukur dan mampu ditunjukkan prestasinya sekaligus potensi psikis, etika, moral, religius , emosi, spirit, kreatifitas serta intelegensinya.
Akan tetapi realita yang terjadi sekolah unggulan itu tidak otomatis mencerminkan realitas empirisnya sebagai sekolah yang unggul, sebab antara unggulan dan unggul itu merupakan dua hal yang berbeda. Artinya sebutan itu dapat menyesatkan warga masyarakat yang tidak kritis. Masyarakat akan memasuki sekolah unggulan itu dengan maksud untuk mencapai kualitas yang maksimal, ternyata hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Memang betul ada sekolah unggulan yang unggul, tapi tidak semua sekolah unggulan adalah sekolah unggul. Wajar bila kemudian sekolah – sekolah yang masuk kategori sekolah unggulan, tidak secara otomatis ke dalam daftar sekolah unggul berdasarkan pencapaian nilai akhir ujian nya .
D. Dimensi Keunggulan.
Dimensi keunggulan dalam sekolah paling tidak meliputi hal – hal sebagai berikut:
1. Para calon siswa yang akan memasuki sekolah yang bersangkutan diseleksi secara ketat yang menggunakan kriteria tertentu dan prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan . Kreteria umum yang dipakai adalah prestasi belajar superior dan skor psikotes.
2. sarana dan prasarana diarahkan untuk menunjang secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa serta penyaluran bakat dan minatnya, baik dalam kegiatan kurikulum maupun ekstra kurikulum. Sarana adalah segala sesuatu yang mendukung secara langsung terhadap kelancaran proses belajar mengajar misal media pembelajaran dan alat - alat pelajaran, sedang prasarana adalah segala sesuatu yang secara tidak langsung dapat mendukung keberhasilan proses pembelajaran, misal penerangan sekolah, kamar kecil dan lain – lain .
3. Lingkungan belajar yang kondusif untuk berkembangnya potensi keunggulan menjadi keunggulan yang riil, baik lingkungan dalam arti fisik maupun sosial psikologis .
4. Guru yang kreatif dan profesional, serta unggul baik dalam bidang penguasaan materi maupun metode pembelajaran. Guru kreatif mengandung pengertian ganda yaitu guru yang secara kreatif mampu menggunakan pelbagai pendekatan dalam proses pembelajaran dan membimbing peserta didik dan guru yang senang melakukan kegiatan- kegiatan kreatif dalam hidupnya . Untuk mendapatkan guru yang kreatif dan profesional perlu diadakannya kegiatan - kegiatan yang berupaya meningkatkan skill dan profesionalisme guru .
5. Kurikulum yang jelas, Kontek ini tetap berpegang pada kUrikulum Nasional yang standar, namun dilakukan semacam modifikasi secara maksimal sesuai dengan tuntutan belajar peserta didik. Misalnya dengan menerapkan kurikulum teknologi yang menekankan pad efektifitas program metode dan material untuk mencapai suatu manfaat dan keberhasilan. Teknologi mempengaruhi kurikulum dalam dua cara yaitu aplikasi dan teori. Aplikasi teknologi merupakan suatu rencana penggunaan beragam alat dan media, atau tahapan basis intruksi, sebagai teori teknologi digunakan alam pengembangan evaluasi material kurikulum dan instruksional .
6. Rentang waktu belajar di sekolah lebih panjang atau lebih lama dibandingkan dengan sekolah - sekolah umum lainnya. Hal ini salah satunya bertujuan untuk mengantisipasi kekurangan jam pelajaran agama di sekolah - sekolah umum .
7. Partisipasi orang tua atau masyarakat yang aktif dalam kegiatan sekolah, kontribusi orang tua dalam kegiatan sekolah misalnya di libatkannya orang tua dalam penyusunan kurikulum sekolah, sehingga orangtua memiliki tanggung jawab yang sama di rumah dalam mendidik anak sesuai tujuan yang telah dirumuskan, sehingga terjadi sinkronisasi antar pola pendidikan di sekolah dengan pola pendidikan di rumah, selain itu orang tua diberi kesempatan untuk bersama sama menganalisa seluruh infrastruktur yang ada di sekolah baik menyangkut SDM, sarana prasarana, sistem informasi dan semua yang dianggap punya keterkaitan .
8. Jaringan organisasi yang solid , baik organisasi guru atau orangtua. Hal ini dapat menambah wawasan dan kemampuan tiap anggotanya untuk belajar dan terus berkembang, serta perlu pula dialog antar organisasi tersebut, misalnya forum orangtua murid dengan guru dalam menjelaskan harapan dari guru dan kenyataan yang dialami guru dalam kelas.
9. Proses belajar dan mengajar yang berkualitas , serta hasilnya selalu dapat dipertanggungjawabkan kepada siswa, lembaga dan masyarakat .
E. Kelemahan - Kelemahan Sekolah unggulan.
Kalau kita cermati bersama secara mendalam, banyak sekolah unggulan yang secara pedagogis menyesatkan, bahkan merugikan bagi pendidikan. Adapun diantara kelemahan dari sekolah unggulan yaitu :
1. Sekolah Unggulan hanya mengandalkan legitimasi pemerintah dan bukan inisiatif masyarakat, sehingga penetapan sekolah unggulan cenderung bermuatan politik, daripada edukatif. Kadang ujung ujungnya juga uang, kalau sekolah unggulan didasarkan pad pengakuan masyarakat, pemerintah tidak perlu mengucurkan biaya besar, biar masyarakat yang memikirkan biaya itu.
2. Sekolah hanya melayani golongan kaya, sementara golongan miskin masih terpinggirkan meski prestasi akademiknya bagus. Untuk mengikuti kelas unggulan, selain memiliki kemampuan akademis anak didik harus membayar puluhan juta rupiah, sehingga penyelenggaraan sekolah unggulan sering kali bertentangan dengan prinsip Equity, yakni terbukanya akses dan kesempatan yang sama bagi siswa untuk memperoleh pendidikan di semua jenjang, jenis dan tingkatan.
3. Profil sekolah unggulan hanya dilihat dari karakteristik prestasi yang berupa NEM tinggi, bisa dibayar mahal, tenaga pendidik baik, sarana lengkap, dana sekolah besar dan kegiatan belajar mengajar berikut pengelolaannya bagus, diproses di tempat bagus dengan cara bagus hingga outputnya bagus, seharusnya yang di kategori sekolah unggulan adalah anak didik dari warga miskin tapi proses di sekolah baik, dengan cara baik, untuk itu perlu redefinisi dan reorientasi sekolah unggulan

Keluargaku



Kamis, 04 Februari 2010

KELUARGANE YAI





persahabatan

MY FREND




KM JAUHARUL MAARIF&KM JAUHARUL MAWAHIB


MENGAPA......?? SAHABAT

MENGAPA ..
KITA TIDAK SEPERTI DULU LAGI............
BERCANDA DAN TAWA BERSAMA..............
MENGAPA KAU DIAM................
TAK MAU LAGI PANGGIL AKU LAGI.............
BENCIKAH KAU PADAKU.............
WAHAI SAHABATKU................
APAKAH AKU TELAH MENGGANGGUMU...............
ATAU TELAH MEMBUATMU MARAH.........
WAHAI SAHABTAKU............
AKU RINDU KATA-KATAMU...........
AKU KESEPIAN TANPA CANDA TAWAMU...........
APAKAH KAU LAGI BERSEDIH.............
MARILAH KITA TERTAWA BERSAMA......

PENERIMAAN

Kalau kau mau kuterima kau kembali
Dengan sepenuh hati
Aku masih tetap sendiri
Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbagi
Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani
Kalau kau mau kuterima kembali
Untukku sendiri tapi
Sedang dengan cermin aku enggan berbagi.
Maret 1943

HAMPA

kepada DIA
Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.
Sepi.
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat-mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.

PRAJURIT JAGA MALAM

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu……
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ! (1948)

Senin, 01 Februari 2010

cukup sudah

mengapa ya...
aku tak dapat melupakannya....
padahal sudah 5 tahun berlalu...........
saat itu, di persimpangan jalan....
ku lihat dia........
dengan santai nya..........
dia berjalan,,,,,,
tapi,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
aku tak mampu untuk...............
itu.....
bagaimana...........
walau sudah banyak hari telah berlalu...
tidak juga....
ia pergi.......
uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu......

mawar merah


persahabatan