Rabu, 29 Desember 2010

Asyura, Mahdiisme dan Aliran Sempalan di Indonesia

Hari Asyura atau 10 Muharram bagi sebagian umat islam merupakan salah satu hari yang mulia, sebab beberapa hadist nabi dan berbagai atsar popular menukilkan beberapa peristiwa penting di hari tersebut. Di Indonesia, sebagian besar masyarakat punya tradisi tersendiri di hari Asyura, diantaranya berpuasa, memperbanyak sedekah, hingga menyantuni anak yatim.

Dalam literature sejarah, peringatan hari Asyura muncul pertama kali di kalangan para pecinta keturunan Nabi, yang kemudian menamakan kelompok atau madzhab Syi’ah. Bagi penganut madzhab Syi’ah, dan sebagian kelompok Islam lainnya,

Asyura diperingati sebagai hari berkabung. Sebab pada tanggal tersebut, Sayyid Hussain Bin Ali, cucu dari Nabi Muhammad Saw, terbunuh dalam perang saudara di lapangan Karbala. Gugurnya Hussain (dalam sejarah-sejarah Syi’ah) kemudian diikuti dengan pembantaian terhadap para pengikutnya, termasuk kerabat dan para putera Hussain.

Terbunuhnya cucu Nabi itu, secara praktis mengukuhkan kedudukan Yazid bin Muawwiyah sebagai Khalifah bagi Negara Islam yang saat itu terbentang dari semenannjung Arabia hingga Andalusia (Spanyol). Yazid menjadi pemimpin tunggal umat Islam saat itu, ia meneruskan kepemimpinan ayahnya Muawwiyah bin Abu Sufyan, yang merebut kedudukan Khalifah Ali Bin Abu Thalib, melalui dialektika politik saat gencatan senjata dalam perang Shiffin.

Cerita duka yang dialami Keluarga Ali bin Abi Thalib secara bertubi itu, kemudian memunculkan dendam terselubung di kalangan Syi’ah dan sebagian umat Islam lainnya saat itu. Terlebih sikap kepemimpinan Yazid dan para penggantinya (yang dalam sejarah Islam kemudian dinamakan Bani Umayyah) yang cenderung otoriter dan bertangan besi.

Pada masa-masa kepemimpinan Bani Umayyah inilah kemudian muncul kerinduan terhadap pemimpin yang adil. Para ulama Syi’ah saat itu memanfaatkan kerinduan terhadap pemimpin yang adil itu, dengan mempopulerkan hadist nabi tentang kedatangan Imam Mahdi, sebagai pemimpin akhir zaman yang akan mengalahkan Dajjal pada tahun-tahun menjelang hari kiamat nanti.

Kerinduan terhadap Imam Mahdi ini menjadi doktrin ampuh untuk menguatkan posisi para Ulama Syi’ah saat itu. Maka kemudian dikenallah Imam-imam Syiah yang diyakini sebagai pengantar datangnya Imam Mahdi.

Di kalangan Sunni, Mahdiisme juga diadopsi untuk menguatkan kesabaran masyarakat saat itu. Umat Islam dipaksa untuk menerima kepemimpinan yang dzalim, sebagai takdir yang niscaya, menjelang kedatangan Al Mahdi.

Hal ini pun terjadi di Nusantara. Para pujangga Jawa, termasuk diantaranya Ronggo warsito, mengadopsi Mahdiisme sebagai ratu adil nompo wahyu, yang kelak kan datang setelah jaman goro-goro.

Mahdiisme sebagai Doktrin Pemberontakan
Mahdiisme pada jaman penjajahan Belanda dimanfaatkan oleh para Ulama di Nusantara untuk mengukuhkan diri sebagai pemimpin pemberontakan. Sejarah mencatat, bagaimana Sultan Agung Mataram menggelari diri sebagai Hanyakrakusuma sayiddin panatagama, khalifatullah ing tanah Jawa. Sebagai pemimpin yang dijanjikan Tuhan untuk menata agama dan melawan Kedzaliman. Hal sama juga dilakukan Soekarno saat menjadi Presiden. Al-Mahdi menjadi mitos yang dimanfaatkan secara politis untuk melegitimasi kepemimpinan, sekaligus untuk melawan penguasa.

Di era Reformasi, bahkan hingga saat ini, semangat mahdiisme kembali muncul dalam kemasan yang serupa tapi tak sama. Otokrasi Soeharto, dan labilnya pemerintahan pasca Orde Baru, dimanfaatkan oleh beberapa tokoh masyarakat, ataupun para pemimpin keagamaan, untuk menumbuhkan kepercayaan politik pengikutnya, bahwa dirinya lah Pemimpin yang dijanjikan Tuhan.

Meminjam teori Kritik Habermas terhadap Positivime (Mansour Faqih, 2002), Para tokoh itu berhasil membangun instrumen pengetahuan pengikutnya, atau dengan kata lain mendoktrin umatnya, untuk kemudian mengontrol, memprediksi dan memanipulasi serta mengeksploitasi terhadap obyeknya.

Para pengusung Mahdiisme ini banyak merekrut anak-anak muda untuk dicuci otaknya, dengan berbagai penafsiran agama yang tunggal, sehingga menjadi kader yang loyal terhadap pemimpinnya. Tak heran, jika saat ini berbagai sekte keagamaan terus menjamur di Indonesia. Di berbagai daerah, kini bermunculan para tokoh yang disakralkan oleh pengikutnya, dan membentuk aliran sempalan. Sebut saja misalnya Lia Eden, aliran Salamullah atau bahkan yang terbaru, adalah Muhammad harun Syu’aib dari Kolaka Sulawesi Tenggara yang kini sedang cukup populer dunia maya, karena dalam akun Facebooknya (http://www.facebook.com/Daeng.Arung?v=info )

Harun mengklaim diri sebagai Imam Mahdi. Bukan tidak mungkin jika pada tahun-tahun ini akan bermunculan lagi berbagai organsasi sempalan, baik lokal, maupun transnasionalis yang akan memanfaatkan kelemahan politis Pemerintahan SBY, untuk membangkitkan semangat pemberontakan melalui doktrin Mahdiisme.

Doktrin yang sama juga tampaknya diterapkan oleh organisasi-organisasi transnasionalis yang bermunculan di Indonesia. Mereka mereduksi nilai-nilai keagamaan, menjadi fanatisme kelompok, Ashobiyah, hingga semangat pemberontakan terhadap negara kian berkobar. Bahkan tak jarang pula ada kelompok yang menahbiskan kekerasan terhadap umat lain adalah jihad fi sabilillah.

Menafsir ulang Semangat Perjuangan Al-Mahdi
Hal berbeda justru terjadi di negara-negara Syi’ah seperti Iran. Mahdiisme di Iran justru menjadi sarana memperkuat nasionalisme, dan menumbuhkan semangat pencarian ilmu pengetahuan untuk kepentingan umat. Para ulama Iran berhasil menafsir ulang mahdiisme menjadi semangat aristokrasi yang positif bagi negaranya.

Idealnya, Asyura menjadi pemicu bagi tokoh Islam untuk menumbuhkan semangat pengorbanan bagi sesama. Semangat membangun negara yang madani, bukan untuk membakar fanatisme kelompok, dan semangat peperangan apalagi bertindak anarkis dan melakukan teror demi kepentingan politis pemimpinnya semata. Sebab pengorbanan Al-Hussain bermakna positif, sebagai sikap heroik membela kebenaran.

Sejarah Awal Lahirnya Teknologi Nuklir

Dalam kehidupan sehari-hari, reakasi nuklir jarang sekali berkaitan dengan fenomena alam. Sebagian besar fenomena alam dalam kehidupan sehari-hari hanya melibatkan gravitasi dan elektromagnetik.

Inti atom terdiri dari muatan positif dan neutron, diantara muatan positif dalam inti atom timbul gaya saling tolak (saling menjauh), namun hal ini masih dapat ditahan oleh suatu gaya sehingga inti atom bermuatan positif tersebut tidak saling menjauh (Binding energy).

Pada tahun 1896, Henri Becquerel meneliti fenomena fosforesensi pada garam uranium yang kemudian dia sebut dengan radioaktivitas. Bersama dengan sepasang ilmuawan lain, Pierre Curie dan Marie Curie, mereka telah memulai penelitian terkait dengan fenomena ini. Dalam prosesnya, mereka mengisolasi unsur radium yang sangat radioaktif. Mereka menemukan bahwa material radioaktif memproduksi gelombang yang intens, yang mereka namai dengan alfa, beta, dan gamma. Beberapa jenis radiasi yang mereka temukan mampu menembus berbagai material dan semuanya dapat menyebabkan kerusakan. Seluruh peneliti radioaktivitas pada masa itu menderita luka bakar akibat radiasi, yang mirip dengan luka bakar akibat sinar matahari, dan hanya sedikit yang memikirkan hal itu.

Fenomena baru mengenai radioaktivitas diketahui sejak adanya paten di dunia kedokteran yang melibatkan bahan radioaktiv. Secara perlahan, diketahui bahwa radiasi yang diproduksi oleh peluruhan bahan radioaktif adalah radiasi pengion. Banyak peneliti bahan radioaktif di masa lalu mati karena kanker akibat dari paparan yang mereka terima dari bahan radioaktiv.

Setelah pemahaman tentang nuklir semakin maju, pemahaman akan karakteristik atau sifat radioaktifitas menjadi lebih baik. Beberapa inti atom yang berukuran besar cenderung tidak stabil, sehingga terjadi peluruhan sampai terbentuknya inti stabil. Pemahaman akan tiga bentuk radiasi yang ditemukan oleh Becquerel dan Curie juga semakin baik, peluruhan alfa terjadi ketika inti atom melepaskan partikel alfa, yaitu dua proton dan dua neutron, setara dengan inti atom helium; peluruhan beta terjadi ketika pelepasan partikel beta, yaitu elektron berenergi tinggi;

peluruhan gamma merupakan pelepasan sinar gamma, peluruhan gamma tidak sama dengan radiasi alfa dan beta, namun merupakan radiasi elektromagnetik dengan frekuensi dan energi yang sangat tinggi. Ketiga jenis radiasi terjadi secara alami, dan radiasi sinar gamma adalah yang paling berbahaya dan sulit ditahan.


Reaksi Nuklir Fisi

Reaksi Nuklir Fisi adalah proses pembelahan inti menjadi atom-atom yang lebih kecil dan disertai dengan pelepasan energi dan neutron. Jika neutron ini ditangkap oleh inti atom lainnya yang tidak stabil , makan inti tersebut akan membelah juga, memicu reaksi berantai. Jika jumlah rata-rata neutron yang diepaskan per inti atom yang melakukan fisi ke inti atom lain disimbolkan dengan k, maka nilai k yang lebih besar dari 1 menunjukkan bahwa reaksi fisi melepaskan lebih banyak neutron dari pada jumlah yang diserap, sehingga dapat dikatakan bahwa reaksi ini dapat berdiri sendiri. Massa minimum dari suatu material fisi yang mampu melakukan reaksi fisi berantai yang dapat berdiri sendiri dinamakan massa kritis.

Ketika neutron ditangkap oleh inti atom yang tepat, fisi akan terjadi dengan segera, atau inti atom akan berada dalam kondisi yang tidak stabil dalam waktu yang singkat.

Ketika ditemukan pada masa Perang Dunia II, hal ini memicu beberapa negara untuk memulai program penelitian mengenai kemungkinan membuat bom atom, sebuah senjata yang menggunakan reaksi fisi untuk menghasilkan energi yang sangat besar, jauh melebihi peledak kimiawi (TNT, dsb). Proyek Manhattan, dijalankan oleh Amerika Serikat dengan bantuan Inggris dan Kanada, mengembangkan senjata fisi yang digunakan untuk melawan Jepang di tahun 1945. Selama proyek tersebut, reaktor fisi pertama dikembangkan, meski awalnya digunakan hanya untuk pembuatan senjata dan bukan untuk menghasilkan listrik untuk masyarakat.

Namun, jika neutron yang digunakan dalam reaksi fisi dapat dikendalikan, misalnya dengan bahan penyerap neutron, dan kondisi tersebut masih menjadikan massa material nuklir berstatus kritis, maka reaksi fisi dapat dikendalikan. Hal inilah yang yang mendasari prinsip kerja reaktor nuklir. Neutron bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi, untuk mengendalikan neutro agar tidak berekasi dengan inti yang lain, maka neutron harus diperlambat dengan menggunakan bahan penyerap neutron sebelum akhirnya mereka bisa dengan mudah ditangkap. Saat ini, metode seperti ini umum digunakan untuk menghasilkan listrik.



Reaksi Nuklir Fusi

Jika dua inti atom bertabrakan, terdapat kemungkinan terjadi reaksi nuklir fusi. Proses ini akan melepas atau menyerap energi. Jika inti atom hasil tabrakan lebih ringan dari besi, maka pada umumnya rekasi nuklir fusi akan melepaskan energi, namun jika inti atom hasil tabrakan lebih berat dari besi, maka pada umumnya reaksi nuklir fusi akan menyerap energi. Proses reaksi nuklir fusi yang paling sering terjadi adalah pada bintang, energi reaksi nuklir fusi yang terjadi pada bintang dihasilkan dari rekasi nuklir fusi hidrogen dan menghasilkan helium. Dari reaksi nuklir fusi, bintang-bintang juga membentuk unsur unsur ringan seperti lithium dan kalsium melalui stellar nucleosynthesis.

Proses alami dari astrofisika ini bukanlah contoh dari teknologi nuklir. Karena daya dorong energi yang tinggi dari inti atom, fusi sulit untuk dilakukan dalam keadaan terkendali (contoh: bom hidrogen). Fusi terkontrol bisa dilakukan dalam akselerator partikel, yang merupakan suatu system bagaimana unsur sintetis dibuat. Kesulitan teknis dan teoritis menghalangi pengembangan teknologi fusi nuklir untuk kepentingan sipil, meski penelitian mengenai teknologi ini di seluruh dunia terus berlanjut sampai sekarang.

Fusi nuklir secara teoritis mulai diteliti ketika Perang Dunia II, ketika para peneliti Proyek Manhattan yang dipimpin oleh Edward Teller menelitinya sebagai metode pembuatan bom. Proyek ini ditinggalkan setelah menyimpulkan bahwa hal ini memerlukan reaksi fisi untuk mengaktifkan bom hidrogen. Hal ini terus terjadi hingga pada tahun 1952, peledakkan bom hidrogen pertama dilakukan. Disebut bom hidrogen karena memanfaatkan reaksi antara deuterium dan tritium, isotop dari hidrogen. Reaksi fusi menghasilkan energi lebih besar per satuan massa material dibandingkan reaksi fisi, namun lebih sulit menjadikannya bereaksi secara berantai.
emka@

garuda

persahabatan

Selasa, 26 Oktober 2010

Fungsi Haji dalam Penguatan Kerjasama dan Persatuan Umat Islam

REKOMENDASI
Fungsi Haji dalam Penguatan Kerjasama dan Persatuan Umat Islam
03/10/2010
Rekomendasi Konferensi Internasional
“Fungsi Haji dalam Penguatan Kerjasama dan Persatuan Umat Islam”.
Hotel Borobudur, 2-3 Oktober 2010

Salah satu misi utama Islam adalah untuk membebaskan manusia dari ketidakberdayaan. Ini adalah manifestasi dari nilai Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin. Oleh karena itu, setiap ibadah mengandung makna yang memiliki pengaruh baik pada tingkat individu atau sosial termasuk ibadah haji.

Oleh karena itu, kami, peserta konferensi internasional tentang fungsi haji dalam penguatan kerjasama dan persatuan umat Islam, yang berkumpul di Jakarta pada tanggal 2-3 Oktober 2010, setelah mendengarkan dan memperhatikan jalannya konferensi, kami merekomendasikan hal-hal sebagai berikut:

1. Menghimbau kepada jamaah haji untuk menginternalisasi kesadaran spiritual dan substansi ibadah haji sehingga jamaah haji bisa menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalam ibadah haji dalam kehidupan sosial ketika dan setelah melaksanakan ibadah haji.

2. Meminta kepada pemimpin islam, ulama, elit dan masyarakat Islam agar menjadikan haji sebagai media untuk untuk memecahkan setiap masalah yang dihadapi umat Islam masa kini sehingga pertemuan itu bukan sekedar seremonial tetapi memiliki dampak positif bagi kemajuan dan persatuan umat Islam.

3. Meminta kepada para pemimpin Islam untuk menjadi inisiator dan fasilitator agar pertemuan pemimpin Islam seperti yang dimaksud di atas terlaksana sehingga secara bertahap permasalahan umat Islam dapat terselesaikan.

4. Mengimbau kepada pihak penyelenggara haji atau pemerintah agar memakai momentum haji sebagai sarana untuk memperkuat persatuan dan kesatuan dan membangun kemajuan umat Islam dalam semua aspek.

5. Mendorong negara-negara Islam untuk memanfaatkan momentum haji sebagai sarana saling mengenal potensi masing-masing negara dalam rangka memperkuat kerjasama di bidang politik ekonomi, sosial dan kebudayaan.

6. Mengecam segala bentuk permusuhan terhadap Islam di Barat (islamofobia), pelecehan terhadap al-Qur’an dan Rasul; dan menyerukan adanya perjanjian internasional yang melarang segala bentuk pelecehan terhadap lambang-lambang agama yang suci.

7. Mengecam suara-suara yang memecah belah umat Islam.

8. Mengajak seluruh umat Islam untuk berpartisipasi aktif dalam menanggung beban bencana alam yang tejadi di Pakistan dan di negara-negara muslim yang lain untuk menunaikan kewajiban saling menolong dan solidaritas umat Islam.
9. Meminta kepada pihak-pihak terkait untuk memperhatikan rekomendasi ini dan membuat langkah-langkah strategis untuk menindaklanjutinya agar rekomendasi ini tidak sekedar tinta di atas kertas.

TAUSIYAH HAJI

TAUSIYAH HAJI 1431 H
11/10/2010
Bismillahirrahmanirrahiem

Pertama, PBNU turut mendoakan agar jamaah haji asal Indonesia mendapatkan hajjan mabruro, wa sya’yan masykuuro, wa zanban maghfuuro, wa amalan sholihan maf’uula.

Kedua, PBNU meminta agar jamaah haji asal Indonesia menjaga nama baik bangsa yang selama ini terkenal santun, berakhlak, menjaga lisan, langkah, perilaku, agar nama baik bangsa tetap terjaga.

Ketiga, PBNU meminta agar jamaah haji Indonesia mampu menjaga emosi, tidak saling bertengkar karena disana pasti akan mendapatkan hal-hal yang tidak menyenangkan, karena biasanya satu rumah satu keluarga hanya terdiri 5-10 orang, sekarang 20-30 orang. Dalam keadaan seperti inilah jamaah haji diuji kesabaran, diuji kedewasaannya.

Keempat, jamaah haji harus selalu sadar bahwa kita adalah makhluk Allah yang harus saling menghormati, oleh karena itu segala hal-hal yang tidak menyenangkan selama di Makkah, Madinah, dan Arafah merupakan ujian yang harus kita terima dengan dewasa, jangan sampai bisa mengurangi pahala atau keutamaan haji.

Harapan bagi pemerintah

Kepada urusan haji Republik Indonesia, dalam hal ini Kementerian Agama, hendaknya meningkatkan kualitas pelayanan, tempat tinggal, pemondokan, transportasi. Sudah saatnya kita lebih sempurna dari tahun-tahun yang lalu, sudah saatnya kita lebih sempurna dari negara-negara lain. Kita selalu saja masih menghadapi persoalan yang mendasar, baik itu jauhnya tempat tinggal dari masjidil haram, terlambatnya katering, atau transportasi yang tidak baik, mudah-mudahan tidak terjadi lagi.

Untuk pemerintah Saudi

Kita berterima kasih yang telah mengerahkan segala kekuatannya, baik sipil, maupun militer untuk menyelenggarakan ibadah haji dengan nyaman dan mudah tanpa ada pungutan.

Jakarta, 3 Dzulqodah 1431 H / 11 Oktober 2010 M


KH Said Aqil Siradj
Ketua Umum PBNU

TAUSIYAH HAJI

TAUSIYAH HAJI 1431 H
11/10/2010
Bismillahirrahmanirrahiem

Pertama, PBNU turut mendoakan agar jamaah haji asal Indonesia mendapatkan hajjan mabruro, wa sya’yan masykuuro, wa zanban maghfuuro, wa amalan sholihan maf’uula.

Kedua, PBNU meminta agar jamaah haji asal Indonesia menjaga nama baik bangsa yang selama ini terkenal santun, berakhlak, menjaga lisan, langkah, perilaku, agar nama baik bangsa tetap terjaga.

Ketiga, PBNU meminta agar jamaah haji Indonesia mampu menjaga emosi, tidak saling bertengkar karena disana pasti akan mendapatkan hal-hal yang tidak menyenangkan, karena biasanya satu rumah satu keluarga hanya terdiri 5-10 orang, sekarang 20-30 orang. Dalam keadaan seperti inilah jamaah haji diuji kesabaran, diuji kedewasaannya.

Keempat, jamaah haji harus selalu sadar bahwa kita adalah makhluk Allah yang harus saling menghormati, oleh karena itu segala hal-hal yang tidak menyenangkan selama di Makkah, Madinah, dan Arafah merupakan ujian yang harus kita terima dengan dewasa, jangan sampai bisa mengurangi pahala atau keutamaan haji.

Harapan bagi pemerintah

Kepada urusan haji Republik Indonesia, dalam hal ini Kementerian Agama, hendaknya meningkatkan kualitas pelayanan, tempat tinggal, pemondokan, transportasi. Sudah saatnya kita lebih sempurna dari tahun-tahun yang lalu, sudah saatnya kita lebih sempurna dari negara-negara lain. Kita selalu saja masih menghadapi persoalan yang mendasar, baik itu jauhnya tempat tinggal dari masjidil haram, terlambatnya katering, atau transportasi yang tidak baik, mudah-mudahan tidak terjadi lagi.

Untuk pemerintah Saudi

Kita berterima kasih yang telah mengerahkan segala kekuatannya, baik sipil, maupun militer untuk menyelenggarakan ibadah haji dengan nyaman dan mudah tanpa ada pungutan.

Jakarta, 3 Dzulqodah 1431 H / 11 Oktober 2010 M


KH Said Aqil Siradj
Ketua Umum PBNU

BENCANA MERAPI Santri Siaga Bencana NU Bantu Korban Merapi

BENCANA MERAPI
Santri Siaga Bencana NU Bantu Korban Merapi
Rabu, 27 Oktober 2010 08:34
Jakarta, NU Online
Santri Siaga Bencana (SSB) wilayah Magelang yang telah mendapat pelatihan intensif dari PBNU melalui program Community Based Disaster Risk Management Nahdlatul Ulama (CBDRMNU) atau program Penanggulangan Bencana Berbasis Komunitas terlibat aktif dalam membantu korban meletusnya gunung Merapi.

Wahid Ansori, koordinator SSB kecamatan Dukun Magelang menjelaskan, fihaknya bergabung dengan tim penanggulangan bencana yang dibentuk pemerintah. Tim ini terlibat dalam penanganan korban di Posko Tegalarum, Banyubiru dan Dukun.

“Di masing-masing posko, kita piket 15 orang yang dibagi-bagi dalam berbagai tugas seperti membantu di dapur umum atau menangani kebutuhan para pengungsi.

Sejak sebelum Merapi meletus, tim SSB NU juga membagikan peta-peta lokasi pengungsian kepada warga di kaki gunung Merapi yang desanya rawan terkena bencana wedus gembel, atau awan panas yang turun dari puncak merapi.

Wahid menuturkan, Rabu pagi ini, jumlah pengungsi semakin banyak sehingga lokasi pengungsia yang sudah ditetapkan tidak memadai dan terpaksa membuka lokasi baru diluar rencana semula.

Sementara itu jumlah korban tewas akibat letusan Gunung Merapi yang ditemukan di sekitar kediaman juru kunci Gunung Merapi, Surakso Hargo atau Mbah Maridjan, hingga Rabu pagi terdata 16 orang, bertambah dari sebelumnya 13 orang.

Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Komandan Angkatan Laut Kolonel Pramono mengatakan, tim ini saat menuju rumah Mbah Maridjan untuk evakuasi menemukan 12 mayat, belum termasuk mayat yang ditemukan di rumah Mbah Maridjan sebanyak empat orang. (mkf)

Bencana Merapi

BENCANA MERAPI
Kantor PCNU Magelang Jadi Lokasi Pengungsian
Rabu, 27 Oktober 2010 11:48
Yogyakarta, NU Online
Kantor PCNU Magelang menjadi salah satu lokasi bagi para pengungsi korban letusan gunung Merapi. Pengurus NU berusaha memberikan pelayanan maksimal kepada para pengungsi seperti tempat tidur dan makanan.

Ketua PCNU Magelang Afiffuddin menjelaskan pengungsi memenuhi gedung NU Magelang semalam, tetapi siang ini sudah mulai berkurang.

“Kami persilahkan menggunakan fasilitas yang ada di kantor NU sampai kondisi benar-benar aman, karena ditakutkan ada letusan susulan,” katanya, Rabu (27/10).

NU juga menginstruksikan seluruh warga untuk menggelar mujahadah di pesantren, masjid dan musholla. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak lama sebelum Merapi meletus untuk berdoa kepada Allah agar diberi keselamatan.

Ia juga berharap agar pemerintah memberikan bantuan kepada para pengungsi. Sejauhi ini, yang sudah berjalan adalah layanan kesehatan sementara bantuan kebutuhan material belum diberikan. (mkf)

Senin, 27 September 2010

Puaskah kau lukaiku
Puaskah kau sakitiku
Puaskah khianatiku
Puaskah hoo.. Sayangku

Di manakah nuranimu
Di mana akal sehatmu
Sekarang kau campakanku
Setelah kau dapatkanku

Reff:
Mungkin hanya bila ku mati
Kau ‘kan berhenti ‘tuk menyakiti
Sampai kapan aku begini
Terus begini
Terus engkau lukai

Ingatlah saat yang lalu
Saat kau peluk diriku
Tapi kini semua lalu
Kau tega khianatiku

Selasa, 07 September 2010

SELAMAT TINGGAL ROMADLON



TRASA AIR MATA,
TAK DAPAT DIBENDUNG LAGI
KETIKA KAU AKAN PERGI
WALAU CUMA 30 HARI KITA BERJUMPA
TAPI PENUH KENANGAN YANG TELAH TERCIPTA
SAKIT MEMANG SAKIT, SULIT MEMANG SULIT
TAPI MAU GIMANA?
PERPISAHAN TIDAK DAPAT TERHINDARKAN
MAAFKAN AKU JIKA SELAMA INI,,,,
AKU TIDAK DAPAT MEMBERIKANMU YANG TERBAIK
SUNGGUH MENYESAL, TELAH AKU TELANTARKAN DIRIMU
SELAMAT JALAN KAMI UCAPKAN..
HANYA DOA, SEMOGA KITA BERJUMPA DI TAHUN DEPAN
KU TITIPKAN SALAM UNTUK ROBBY
KEDATANGANMU AKAN KUNANTIKAN SELALU
DI SINI, DI DERMAGA KEHIDUPAN...
KU LEPAS DIRIMU.....
WALAU DENGAN TETESAN AIR MTA
KEANGKUHAN DAN KESOMBONGAN DIRIKU SELAMA INI
TELAH MEMBUATKU LUPA
BETAPA BERHARGANYA DIRIMU BAGIKU
YA ALLAH YA TUHAN KAMI...
AKU MEMOHON, BERILAH KAMI KESEMPATAN
UNTUK DAPAT BERJUMPA DENGANNYA KEMBALI
DI TAHUN DEPAN........
SELAMAT JALAN BULAN RAMADLAN, BULAN YANG PENUH AMPUNAN
AKU KAN SELALU RINDU PADAMU......

SELAMAT YA....!



Senin, 17 Mei 2010

aku sakit

Rabu, 17 Maret 2010

nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn

samvguyh,knuyc vh,k.cf,ryjcjy7opc6vt/fgewtnhukmgtm b,b4ws yp69v/yfyg,. i8

Sabtu, 13 Maret 2010

pandawa gangsal


banin

Jumat, 26 Februari 2010

NAHDLATUL ULAMA (2)

INILAH AKU.....
YANG SELALU DATANG UNTUK MENGHAMPIRIMU...
AKU DATANG UNTUK DAPATKAN DIRIMU....
DENGAN SEGENAP JIWA DAN RAGA....
AKU AKAN BERUSAHA DAPATKAN DIRIMU....
KAU AKAN SELALU ADA,,,,,
JIWA DAN RAGA...
AKU KORBANKAN UNTUK DIKAU.....
JANGANLAH KAU PERGI LAGI...
JADILAH KAU SEPERTI YANG DULU LAGI...
GAGAH DAN PERKASA....
CANTIK DAN JELITA....
DENGAN SEMBILAN BINTANG YANG KAU MILIKI...
BUKTIKAN KAU ADA....
DUNIA MENANTIKAN DIRIMU....
KAU ADALAH HARAPAN DUNIA....
BANGKITLAH KASIHKU....

NAHDLATUL ULAMA

kau adalah jiwaku..
setiap desis nafasku...
kau selalu ada..
selama kaki masih bisa melangkah...
kau akan selalu dalam dadaku...
bukannya di barat atau timur...
aku pasti ada untukmu....
kau adalah pakaianku....
yang setiap hari aku pakai....
tapi maaf ...
aku dapat berbuat banyak untukmu...
hanya ucapan ini yang bisa aku berikan..
aku sangat mencintaimu.....
aku sayang padamu...
aku rindukan pelukannmu....
kasih sayangmu.....
dekapan mesramu...
wahai jantung hatiku.....
aku bernafas hanya bersamamu...
jubah kehormatanku..
yang akan selalu aku pake ...
dalam setiap langkah kakiku....
ijinkan aku, untuk hadir dalam kehidupanmu...
pujaanku....
aku tak rela, kau teraniaya...
kau adalah milikku...
takkkan rela seseorang melukaimu...
pujaan ku, jantung hatiku..
HATIKU, NU KU....

aku

memang hati tak dapat berbohong...
tapi mengapa...
dia tak dapat bicara...
dia diam membisu,,,
tanpa ada suara sedikitpun....
bukannya aku, bukannya hatiku...
tapi jari-jari tanganku yang bicara...
hati terasa susah...
hampa....
pernahkah kau merasa...
kehampaan dalam hati...
tak ada lagi semangat, taka ada lagi gairah..
punya penyesalan dan harapan yang tak pasti..
tapi aku masih ingin hidup seribu tahun lagi....
wahai sahabatku,,,,,
bantulah aku untuk dapat hidup seribu tahun lagi....
bukannya denga raga...
tapi dengan karya....
biarlah diri ini hancur menjadi tanah...
aku ingin punya karya yang akan hidup seribu tahun ...

aku

napa ya hati terasa gelisah...
tapi yang aku gelisahkan...
tak bisa tenang....
tau kenapa....
gak punya uang....
walau hati sedih, kalau punya uang...
semua kan beres...
kesenangan bisa di beli dengan uang....
tapi bukan karena uang aja,,,,
kita bisa mersa senang...
tapi apa...?
cinta dan kasih sayang....?
kita mencintai atau menyayangi....disayangi atau di cintai...
adalah salah satu sumber kebahagiaaan...
terutama cunta kasih yang di lekatkan degan ALLAh..
kan terasa indah.....
tapi kapan aku dapat merasakaan cinta dan kasih sayang itu...
termasuk juga cinta dan kasih sayang kepada
orang yang dicintai Allah...
tapi itupun munkinkah aku raih...?
memang hati tidak lagi mengenal lagi kata cinta..
cuma tau AKU adalah Aku...
keakuan yang tinggi...
fungsi hati terabaikan...
tidak lagi berfungsi......
wahai kawan bantulah aku untuk mendapatkan hati ini kembali...
aku sudah rindu,,,, dengan hati yang sudah lama pergi...
wajai sahabat....
aku perlukan dirimu.....
untuk bersama-sama...
mendapatkan hati yang telah lama hilang...

Rabu, 24 Februari 2010

sahabatku


INDAHNYA DUNIA BUKAN KARENA
BANYAKNYA HARTA ATAU ISTRI YANG CANTIK...
TETAPI ADANYA SAHABAT YANG SETIA...........
YANG SELALU DAPT MEMBERI MOTIVASI SERTA NASEHAT...

Senin, 15 Februari 2010

AKU


AKU CINTA INDONESIA

Kamis, 11 Februari 2010

PP AL RIDLWAN

________________________________________


















Assalaamu’alaikum wr. wb.
Salam ta’dhim kami haturkan semoga kita selalu mendapat limpahan
Hidayah, Taufiq dan Inayah-Nya sehingga Kita dapat menjalankan aktifitas dengan baik.
Sholawat serta salam semoga terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW,
segenap keluarga, sahabat dan pengikutnya.

AKADEMISI


MUFA ARDA



SAHABATKU


TAKKAN ADA LGI YANG TERSISA DALAM HIDUP INI .......
KECUALI JASAD YANG TELAH LEBUR MENJADI TANAH....
MEMANG KALAU DIPIKIR2 KEHIDUPAN INI BANYAK SEKALI LELUCON....
TAPI AKAN TERUS TERSENYUM....
KETIKA MELIHATMU TERSENYUM WAHAI SAHABAT.....
SENYUMMU ADALAH KEBAHAGIAANKU...
TANGISMU ADALAH DUKAKU......
WALAU KAU TELAH PERGI JAUH DISANA...
KAU TETAP SAHABATKU....

Rabu, 10 Februari 2010

NIRILAHUM


persahabatan

AINUN NI'MAH MZ


persahabatan

Sabtu, 06 Februari 2010

INDUSTRIALISASI PENDIDIKAN

INDUSTRIALISASI PENDIDIKAN
A. PENDAHULUAN
Pada zaman sekarang, banyak sekolah yang terjebak pada semacam arogansi, sikap percaya diri yang berlebihan dengan berbagai ilusi konsep - konsep sekolah unggulan, sekolah pemimpin masa depan, atau lebih parah lagi pendidikan unggul. Birokrat-birokrat di lembaga - lembaga pengajaran formal itu merasa mampu melakukan segalanya asal di bayar. Itu sebabnya sekolah - sekolah dikatakan terbaik, tetapi sebenarnya tidak jelas bedanya dengan termahal. Dengan demikian lembaga pengajaran formal itu melembagakan ajaran sesat bahwa pendidikan yang baik adalah lembaga yang mahal. Mahal sama dengan bermutu, bahkan jika uang sekolahnya murah artinya buruk atau tidak bermutu.
Paradigma semacam ini dipertegas oleh perusahaan yang dipimpin oleh orang yang sama sekali tidak mengerti makna pengajaran dan pendidikan sejati kecuali sekedar mencari atau membeli ketrampilan dan kepribadian para sarjana dari sekolah - sekolah mahal. Bila mereka mendapatkan kenyataan bahwa para alumni sekolah terbaik itu ternyata tidak mampu bekerja secara produktif, maka dikatakan tidak siap pakai, lalu sekolah diminta menyesuaikan kurikulum yang sedemikian rupa agar dapat menciptakan mesin- mesin industri yang siap pakai.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa industrialisasi pendidikan merupakan salah satu sistem yang gunakan oleh pihak tertentu yang mana pendidikan dijadikan sumber untuk dijadikan keuntungan bisnis. Selain istilah industrialisasi pendidikan kita juga mengenal Komoditasi Pendidikan yaitu menjadikan pendidikan sebagai komoditi atau barang untuk diperdagangkan demi mendapatkan keuntungan bisnis . Dan juga komersialisasi Pendidikan yang menjadikan sistem pendidikan di sekolah menjadi layaknya pasar yaitu tempat menjual belikan barang atau jasa demi mendapatkan keuntungan bisnis seperti adanya study tour jual beli buku pelajaran dan lain sebagainya.
B. Fenomena Sekolah Unggulan.
Kelahiran sekolah unggulan pada dasarnya tidak terlepas dari upaya peningkatan dan pengembangan kualitas SDM, terutama menyongsong pembangunan jangka panjang II dan diresmikannya program wajib belajar 9 tahun. Salah satu tujuannya adalah menjaring sekaligus mengembangkan kader bangsa yang baik dalam artian memiliki kelebihan dari berbagai aspek dibandingkan dengan kader – kader bangsa pada umumnya sehingga ia mampu mengantisipasi dan menjawab berbagai tantangan zaman .
Namun, Sekolah unggulan ini perlu dicermati kembali, karena ada yang kurang kata unggul menyiratkan super otoritas atas sekolah yang lain, sekaligus menunjukkan kesombongan intelektual yang sengaja ditanamkan lingkungan sekolah atas sekolah yang lain. Dalam konsep sekolah unggulan yang ada sekarang diterapkan sekedar untuk menciptakan prestasi siswa, dirancang kurikulum yang sarat muatan , diajar guru – guru yang berkualitas, dengan sarana yang bagus, tapi biayanya sangat mahal. Padahal sekolah unggulan yang sebenarnya, dapat dicapai dengan seluruh sumber daya sekolah dimanfaatkan secara optimal. Mulai dari tenaga administrasi, pengembangan kurikulum, tenaga pendidikan, termasuk masyarakat harus dilibatkan secara berdaya guna, karena sumberdaya itu akan dapat menciptakan iklim dan kultur yang mampu membentuk keunggulan sekolah .
C. Tipe – Tipe dan Definisi Sekolah Unggulan.
Untuk mengetahui akan definisi dari sekolah unggulan, sebaiknya kita mengetahui akan konsep tentang sekolah unggulan.
1. Tipe Pertama, Yaitu dimana sekolah menerima dan menyeleksi secara ketat siswa yang masuk dengan kriteria prestasi akademik yang tinggi, meskipun proses belajar dan mengajar tidak terlalu luar biasa bahkan cenderung ortodok, namun dipastikan karena input yang unggul maka output yang hasilkan juga unggul.
2. Tipe Kedua, Yaitu sekolah yang menawarkan fasilitas yang serba mewah, yang ditebus dengan SPP yang sangat tinggi, otomatis prestasi akademik yang tinggi bukan menjadi acuan input untuk diterima di sekolah ini, namun sekolah ini biasanya mengandalkan beberapa jurus pola pelajar dengan membawa pendekatan teori tertentu sebagai daya tariknya, sehingga output yang dihasilkan dapat sesuai dengan yang dijanjikan.
3. Tipe Ketiga, yaitu sekolah yang menekankan pada iklim belajar yang positif di lingkungan sekolah. Menerima dan mampu memproyek siswa yang masuk sekolah tersebut dengan prestasi rendah menjadi lulusan yang bermutu tinggi .
Jadi dengan kata lain sekolah unggulan adalah sekolah yang mampu membawa setiap siswa mencapai kemampuannya secara terukur dan mampu ditunjukkan prestasinya sekaligus potensi psikis, etika, moral, religius , emosi, spirit, kreatifitas serta intelegensinya.
Akan tetapi realita yang terjadi sekolah unggulan itu tidak otomatis mencerminkan realitas empirisnya sebagai sekolah yang unggul, sebab antara unggulan dan unggul itu merupakan dua hal yang berbeda. Artinya sebutan itu dapat menyesatkan warga masyarakat yang tidak kritis. Masyarakat akan memasuki sekolah unggulan itu dengan maksud untuk mencapai kualitas yang maksimal, ternyata hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Memang betul ada sekolah unggulan yang unggul, tapi tidak semua sekolah unggulan adalah sekolah unggul. Wajar bila kemudian sekolah – sekolah yang masuk kategori sekolah unggulan, tidak secara otomatis ke dalam daftar sekolah unggul berdasarkan pencapaian nilai akhir ujian nya .
D. Dimensi Keunggulan.
Dimensi keunggulan dalam sekolah paling tidak meliputi hal – hal sebagai berikut:
1. Para calon siswa yang akan memasuki sekolah yang bersangkutan diseleksi secara ketat yang menggunakan kriteria tertentu dan prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan . Kreteria umum yang dipakai adalah prestasi belajar superior dan skor psikotes.
2. sarana dan prasarana diarahkan untuk menunjang secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa serta penyaluran bakat dan minatnya, baik dalam kegiatan kurikulum maupun ekstra kurikulum. Sarana adalah segala sesuatu yang mendukung secara langsung terhadap kelancaran proses belajar mengajar misal media pembelajaran dan alat - alat pelajaran, sedang prasarana adalah segala sesuatu yang secara tidak langsung dapat mendukung keberhasilan proses pembelajaran, misal penerangan sekolah, kamar kecil dan lain – lain .
3. Lingkungan belajar yang kondusif untuk berkembangnya potensi keunggulan menjadi keunggulan yang riil, baik lingkungan dalam arti fisik maupun sosial psikologis .
4. Guru yang kreatif dan profesional, serta unggul baik dalam bidang penguasaan materi maupun metode pembelajaran. Guru kreatif mengandung pengertian ganda yaitu guru yang secara kreatif mampu menggunakan pelbagai pendekatan dalam proses pembelajaran dan membimbing peserta didik dan guru yang senang melakukan kegiatan- kegiatan kreatif dalam hidupnya . Untuk mendapatkan guru yang kreatif dan profesional perlu diadakannya kegiatan - kegiatan yang berupaya meningkatkan skill dan profesionalisme guru .
5. Kurikulum yang jelas, Kontek ini tetap berpegang pada kUrikulum Nasional yang standar, namun dilakukan semacam modifikasi secara maksimal sesuai dengan tuntutan belajar peserta didik. Misalnya dengan menerapkan kurikulum teknologi yang menekankan pad efektifitas program metode dan material untuk mencapai suatu manfaat dan keberhasilan. Teknologi mempengaruhi kurikulum dalam dua cara yaitu aplikasi dan teori. Aplikasi teknologi merupakan suatu rencana penggunaan beragam alat dan media, atau tahapan basis intruksi, sebagai teori teknologi digunakan alam pengembangan evaluasi material kurikulum dan instruksional .
6. Rentang waktu belajar di sekolah lebih panjang atau lebih lama dibandingkan dengan sekolah - sekolah umum lainnya. Hal ini salah satunya bertujuan untuk mengantisipasi kekurangan jam pelajaran agama di sekolah - sekolah umum .
7. Partisipasi orang tua atau masyarakat yang aktif dalam kegiatan sekolah, kontribusi orang tua dalam kegiatan sekolah misalnya di libatkannya orang tua dalam penyusunan kurikulum sekolah, sehingga orangtua memiliki tanggung jawab yang sama di rumah dalam mendidik anak sesuai tujuan yang telah dirumuskan, sehingga terjadi sinkronisasi antar pola pendidikan di sekolah dengan pola pendidikan di rumah, selain itu orang tua diberi kesempatan untuk bersama sama menganalisa seluruh infrastruktur yang ada di sekolah baik menyangkut SDM, sarana prasarana, sistem informasi dan semua yang dianggap punya keterkaitan .
8. Jaringan organisasi yang solid , baik organisasi guru atau orangtua. Hal ini dapat menambah wawasan dan kemampuan tiap anggotanya untuk belajar dan terus berkembang, serta perlu pula dialog antar organisasi tersebut, misalnya forum orangtua murid dengan guru dalam menjelaskan harapan dari guru dan kenyataan yang dialami guru dalam kelas.
9. Proses belajar dan mengajar yang berkualitas , serta hasilnya selalu dapat dipertanggungjawabkan kepada siswa, lembaga dan masyarakat .
E. Kelemahan - Kelemahan Sekolah unggulan.
Kalau kita cermati bersama secara mendalam, banyak sekolah unggulan yang secara pedagogis menyesatkan, bahkan merugikan bagi pendidikan. Adapun diantara kelemahan dari sekolah unggulan yaitu :
1. Sekolah Unggulan hanya mengandalkan legitimasi pemerintah dan bukan inisiatif masyarakat, sehingga penetapan sekolah unggulan cenderung bermuatan politik, daripada edukatif. Kadang ujung ujungnya juga uang, kalau sekolah unggulan didasarkan pad pengakuan masyarakat, pemerintah tidak perlu mengucurkan biaya besar, biar masyarakat yang memikirkan biaya itu.
2. Sekolah hanya melayani golongan kaya, sementara golongan miskin masih terpinggirkan meski prestasi akademiknya bagus. Untuk mengikuti kelas unggulan, selain memiliki kemampuan akademis anak didik harus membayar puluhan juta rupiah, sehingga penyelenggaraan sekolah unggulan sering kali bertentangan dengan prinsip Equity, yakni terbukanya akses dan kesempatan yang sama bagi siswa untuk memperoleh pendidikan di semua jenjang, jenis dan tingkatan.
3. Profil sekolah unggulan hanya dilihat dari karakteristik prestasi yang berupa NEM tinggi, bisa dibayar mahal, tenaga pendidik baik, sarana lengkap, dana sekolah besar dan kegiatan belajar mengajar berikut pengelolaannya bagus, diproses di tempat bagus dengan cara bagus hingga outputnya bagus, seharusnya yang di kategori sekolah unggulan adalah anak didik dari warga miskin tapi proses di sekolah baik, dengan cara baik, untuk itu perlu redefinisi dan reorientasi sekolah unggulan

Keluargaku



Kamis, 04 Februari 2010

KELUARGANE YAI





persahabatan

MY FREND




KM JAUHARUL MAARIF&KM JAUHARUL MAWAHIB


MENGAPA......?? SAHABAT

MENGAPA ..
KITA TIDAK SEPERTI DULU LAGI............
BERCANDA DAN TAWA BERSAMA..............
MENGAPA KAU DIAM................
TAK MAU LAGI PANGGIL AKU LAGI.............
BENCIKAH KAU PADAKU.............
WAHAI SAHABATKU................
APAKAH AKU TELAH MENGGANGGUMU...............
ATAU TELAH MEMBUATMU MARAH.........
WAHAI SAHABTAKU............
AKU RINDU KATA-KATAMU...........
AKU KESEPIAN TANPA CANDA TAWAMU...........
APAKAH KAU LAGI BERSEDIH.............
MARILAH KITA TERTAWA BERSAMA......

PENERIMAAN

Kalau kau mau kuterima kau kembali
Dengan sepenuh hati
Aku masih tetap sendiri
Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbagi
Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani
Kalau kau mau kuterima kembali
Untukku sendiri tapi
Sedang dengan cermin aku enggan berbagi.
Maret 1943

HAMPA

kepada DIA
Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.
Sepi.
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat-mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.

PRAJURIT JAGA MALAM

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu……
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ! (1948)

Senin, 01 Februari 2010

cukup sudah

mengapa ya...
aku tak dapat melupakannya....
padahal sudah 5 tahun berlalu...........
saat itu, di persimpangan jalan....
ku lihat dia........
dengan santai nya..........
dia berjalan,,,,,,
tapi,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
aku tak mampu untuk...............
itu.....
bagaimana...........
walau sudah banyak hari telah berlalu...
tidak juga....
ia pergi.......
uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu......

mawar merah


persahabatan

Selasa, 19 Januari 2010

persahabatan

Rabu, 13 Januari 2010

syamsudin ma'arir mz



ganteng kagak?

Senin, 11 Januari 2010

sahabat

terima kasih ya sahabat....
telah mengajak aku berjalan=jalan....
ke ujung timur pulau jawa.............
kenjeran maksudnya..........
memang sutau yang tak terduga.....
kayak mimpi gitu..
kesan yang takkan pernah terlupa..
bersama kalian semua..
qita ukir persahabatan....
takut juga.....
tapi semua dapat kita atasi....
ka hajir, ka mufa, de iin..............
lucu,,,,,
tak sanggup aku bayangkan
9 januari 2010.

Jumat, 08 Januari 2010



persahabatan

jangan lupakan aku

lali ndah nyo.......................

ummah

ummah............
ummah................
ummah............
ummah............
ummah............
ummah............
ummah............
ummah............
ummah............
ummah............
ummah............
ummah............
ummah............
ummah............
ummah............

terserah padamu sahabat

aku bukanlah apa-apa........
tidak ada yang aku miliki.........
mungkin raga dan jiwa bukanlah milikku.........
wahai sahabat...........!
maafkanlah aku,,,,,,,,,,
aku tak dapat memberimu apa-apa!
sahabat,,,,,,,,,,,
kau begitu baik baik bagiku......
janganlah kau tinggalkan aku,,,,,,,,,,,,,,,,,,,